Singapore Slammers Pertahankan Gelar Juara IPTL

Tenis, HokiGol – Setelah 10 hari bepergian dan bertanding ke tiga negara, International Premier Tennis League (IPTL) 2016 sampai di final yang menampilkan pertandingan epik antara dua negara yang memuncaki klasemen dan digelar di Gachibowli Indoor Stadium, Hyderabad, India.

Singapore Slammers berhasil mempertahankan gelar IPTL dalam partai final ulang tahun lalu, walaupun tahun ini final digelar di kandang Indian Aces. Kemenangan 30-14 memperlihatkan dominasi pemenang dari ajang tenis beregu campuran tersebut.

Singapore Slammers Pertahankan Gelar Juara IPTL

Di set pertama, Carlos Moya masih menunjukkan penampilannya yang spektakuler. Dengan memenangkan tujuh set secara beruntun, petenis Spanyol tersebut memulai pertandingan persis seperti yang diinginkan pelatih Slammers, Purav Raja, yakni mengalahkan Mark Philippoussis 6-4 dan mempersembahkan kemenangan pertama bagi Slammers.

Kiki Bertens pun masih tampil sensasional. Tidak hanya mengalahkan Kirsten Flipkens, petenis Belanda tersebut juga mengalahkan pengganti Flipkens, yakni petenis andalan tuan rumah, Sania Mirza. Mirza melakoni pertandingan tunggal putri pertamanya dalam ajang tersebut dan tidak mampu membendung Bertens dengan hasil 6-3.

Di nomor ganda campuran, Bertens-Marcelo Melo dengan kepercayaan diri tinggi mampu menetralisir kekuatan duo India, Mirza-Rohan Bopanna dengan hasil meyakinkan 6-1. Semuanya terlihat mulus bagi Slammers dengan kemenangan tiga set secara beruntun.

Setelah itu, Nick Kyrgios-Melo tampil untuk menghadapi Feliciano Lopez-Ivan Dodig. Semua set yang mereka lakoni berlangsung spektakuler di IPTL kali ini, tidak terkecuali di partai final. Dengan hasil 6-2, Kyrgios-Melo membuat Slammers makin dekat untuk mempertahankan gelar mereka.

Tidak menyia-nyiakan momentum, Marcos Baghdatis menyegel kemenangan set terakhir dengan 6-4 atas Lopez dan memastikan Slammers kembali mengangkat trofi IPTL untuk kedua kalinya.

Usai menang, Carlos Moya dari Singapore Slammers mengatakan: “Kiki telah menjadi ratu di tim kami. Bagaimana saya tetap mempertahankan penampilan saya? Saya rasa itulah saya dan kompetisi tim juga membantu saya. Saya berusaha untuk tidak menunjukkan kepada anggota tim lain apa yang saya pikirkan jika hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan saya. Tetapi, lagi-lagi ini semua juga hasil usaha tim, petenis lain juga membantu anda untuk tetap tampil baik.”

Pendapat lain disampaikan oleh Nick Kyrgios. Ia menjelaskan: “Sungguh menyenangkan. Saya selalu menantikan IPTL dan wajah-wajah baru di tim telah menjadi kunci. Anda mendapatkan teman baru, semangat tim yang IPTL tawarkan dan kami memiliki chemistry yang baik, kemenangan kami membuktikannya. Kami telah mendukung satu sama lain selama kompetisi berlangsung.”

“Saya menyukai olahraga dengan tim. Saya suka menonton dan memainkannya. Semua orang mendukung saya pekan ini dan itu yang membuatnya lebih menyenangkan dan dinikmati.”

Sementara bagi Kiki Bertens: “Ajang ini telah menjadi pengalaman yang sangat menarik. Saya tidak merasa bahwa saya adalah satu-satunya petenis putri di tim. Mereka telah sangat mendukung.”

“Kemarin (10/12) adalah ulang tahun saya dan saya melaluinya dengan mengesankan berkat anggota tim lainnya. Kami merayakannya, makan malam bersama, dan mereka menyanyikan lagu ulang tahun, mungkin 15 kali di hari itu. Kemenangan ini tentunya menjadi hadiah ulang tahun. Kami semua mengerahkan energi yang luar biasa di final hari ini (11/12).”

Jangan sampai ketinggalan berita tenis terbaru lainnya.