Pesepak Bola Indonesia Injak Muka Wasit

Indonesia, HokiGol – Wasit laga Liga Nusantara antara Persiku Kudus vs PS Bengkulu Tengah (PS Benteng), Cholid Dalyanto menjadi korban kekerasan.

Cholid Dalyanto harus mengeluarkan lima kartu merah sekaligus kepada pemain PS Benteng setelah dirinya didorong dan bahkan mukanya diinjak oleh Budi Eka Putra.

Pesepak Bola Indonesia Injak Muka Wasit

Pertandingan babak 16 besar Liga Nusantara di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jumat (25/11) tercoreng setelah terjadi aksi tidak terpuji dari PS Benteng.

Pada pemain PS Benteng melakukan aksi protes yang sangat berlebihan hingga mendorong, memukul dan menginjak pengadil lapangan.

Aksi NORAK tersebut bermula atas ketidakpuasan para pemain PS Benteng atas keputusan wasit Cholid Dalyanto yang mengeluarkan kartu kuning kedua bagi Gatut Bekti menjelang turun minum.

Bukan hanya adu argumentasi, para pemain PS Benteng yang tidak terima atas keputusan tersebut pun mendorong dan memukul wasit.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, Cholid yang sudah terjatuh itu menjadi bulan-bulanan para pemain PS Benteng.

Satu pemain PS Benteng yang bernomer punggung 14 bernama Budi Eka Putra bahkan dengan sengaja meninjak muka wasit yang berasal dari Jogjakarta tersebut.

Karena aksi kekerasan yang diterimanya, Cholid langsung memberikan lima kartu merah untuk tim tamu, yaitu kepada Gatut, Ahmad Ramadhani, Doni Setiawan, Majid Mony dan Budi Eka Putra.

Tidak tinggal diam, Panitia Disiplin (Pandis) Linus langsung menjatuhkan hukuman kepada untuk Ahmad Ramdani, Majid Mony, Budi Eka Putra dan Doni Setiawan karena dianggap mencederai fair-play, rasa hormat dan sportivitas dalam sepak bola.

Akan tetapi keempat pemain tersebut dijatuhkan sanksi dilarang terlibat dalam dunia sepak bola hanya dua tahun saja, setelah memperlihatkan aksi horor di lapangan.

Sementara itu pendapat berbeda dilayangkan oleh Thoriq Alkatiri yang merupakan wasit senior Indonesia.

“Kebetulan wasit itu saya kenal. Yah beginilah, kami sebagai wasit seperti menjadi kambing hitam. Tingkat Linus saja sudah seperti ini,” ujar Alkatiri, seperti dikutip dari Jawapos.

“Harusnya kita ini menghargai pekerjaan masing-masing. Harus ada hukum yang tegas agar pekerjaan wasit tidak lagi diintimidasi.”

“Jelas, harus dihukum seumur hidup larangan bergelut di dunia sepak bola. Biar jera,” lanjut Alkatiri kala disinggung hukuman yang pantas bagi Budi Eka Putra.

Jangan sampai ketinggalan berita bola terbaru lainnya.