Murray Sabet Penghargaan Sports Personality Of The Year

Tenis, HokiGol – Petenis peringkat 1 dunia, Andy Murray kembali mencatat sejarah setelah memenangkan penghargaan prestisius, BBC Sports Personality of The Year untuk kedua kali secara beruntun dan ketiga kali secara keseluruhan.

Juara Wimbledon tersebut merupakan salah satu yang difavoritkan untuk memenangkan penghargaan olahraga terbesar di Inggris setelah musim 2016 Murray yang begitu memukau, di antaranya lolos ke final French Open untuk kali pertama, memenangkan gelar Grand Slam ketiga di Wimbledon, dan medali emas Olimpiade Rio.

Murray Sabet Penghargaan Sports Personality Of The Year

Setelah US Open, Murray memenangkan lima gelar secara beruntun dengan catatan 25 kemenangan dan tidak kalah dalam satu pertandingan pun sejak bulan Oktober.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang memilih saya, saya sangat mengapresiasi semua dukungan anda,” ungkap Murray dalam presentasi trofi tersebut di Miami.

“Saya juga ingin berterima kasih kepada tim saya. Mereka telah banyak berkorban bagi saya dan menghabiskan banyak waktu terpisah dari keluarga mereka. Tahun ini telah menjadi tahun mengagumkan bagi dunia olahraga Inggris dan saya bangga bisa menjadi bagian dari itu,” tambahnya.

Merefleksi musim sensasionalnya dari tempat latihannya di Miami, Murray mengatakan kepada BBC bahwa kemenangannya atas Milos Raonic di Wimbledon menjadi titik balik dari musim yang ia lewati.

“Memenangkan Wimbledon untuk kedua kalinya setelah kalah di final-final besar dalam beberapa tahun terakhir sangat penting untuk kepercayaan diri saya. Tentunya menang di Olimpiade dan menjadi petenis peringkat 1 di akhir musim merupakan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Enam bulan terakhir ini telah menjadi karier terbaik saya di lapangan,” jelas Murray.

Tidak hanya di lapangan Murray mengalami situasi yang sama sekali baru tahun ini. Pada bulan Februari, istrinya, Kim melahirkan anak pertama mereka, yang diberi nama Sophia Olivia. Menyeimbangkan perannya sebagai ayah sekaligus bermain tenis, petenis berusia 29 tahun tersebut menyadari bahwa hidupnya lebih dari tenis.

“Hal itu menyadarkan saya bahwa tenis bukanlah hal yang paling penting lagi dan ada kehidupan lain selain olahraga saya. Di luar lapangan, saya tentunya lebih bahagia, saya tidak berpikir tentang tenis di sepanjang waktu lagi seperti sebelumnya. Hal itu membantu penampilan saya di lapangan,” tutur Murray.

Menjadi petenis pertama Inggris yang berada di posisi puncak dunia tenis putra, Murray harus bisa mempertahankannya tahun depan. Dengan kembalinya Roger Federer, Novak Djokovic, dan Rafael Nadal, Murray mengakui bahwa ia akan menghadapi tantangan berat, baik dari rival lamanya maupun petenis muda berbakat lainnya.

“Sekarang setelah saya berada di peringkat 1, saya harus bekerja sangat keras untuk sampai di posisi itu dan saya ingin tetap berada di sana selama mungkin. Tentunya akan sulit. Apalagi sekarang saya telah bertambah tua. Banyak petenis yang lebih muda bermunculan dengan bakat yang tidak diragukan. Saya akan memberikan yang terbaik, tetapi tentunya akan sangat sulit.”

Jangan sampai ketinggalan berita tenis terbaru lainnya.