Menpora Akui Dukung Keputusan Egy Maulana Vikri

LigaIndonesia, HokiGol – Imam Nahrawi selaku Menpora mengakui bahwa dia mendukung penuh keputusan pemain timnas U-19 Indonesia, Egy Maulana Vikri, untuk tampil di Eropa. Karena hal itu diyakini bisa mengharumkan nama Indonesia.

Menpora Akui Dukung Keputusan Egy Maulana Vikri

Egy yang ditemani ayah angkatnya, Subagja Suihan dan sang agen, Dusan Bogdanovic menyambangi Imam di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (5/1). Pertemuan itu membicarakan transfer Egy ke Eropa.

Setelah pertemuan, Imam mengaku bangga dengan pencapaian Egy sejauh ini. Menteri asal Bangkalan itu juga merasa kagum dengan mimpi yang dimiliki pemain berusia 17 tahun tersebut.

“Egy termasuk sosok yang diangkat, dibawa dan dipromosikan Pak Subagja selaku ayah angkatnya ke Sekolah Ragunan (sekolah olahraga dibawah Kemenpora). Disana Egy sudah nyaris lima tahun dan saat ini kelas 3 SMA, sebentar lagi bakal selesai sekolahnya pada bulan Maret nanti,” ungkap Imam.

“Egy sejak awal sekolahnya dibiayai Kemenpora. Maka Kemenpora ingin mengetahui mimpinya, sekaligus resolusinya bagi masa depan dia dan Indonesia. Ternyata Egy bermimpi ingin menaklukan Eropa, menaklukan dunia, dan akan membawa misi Indonesia bahwa anak Indonesia bisa bermain, bertarung dan sebanding dengan anak-anak lain dari manapun,” imbuhnya.

Imam menjelaskan, pemerintah sepenuhnya mendukung Egy. Pemerintah dipastikan akan selalu memberikan dukungan pada sang pemain, tidak perduli dimanapun negara yang dipilihnya.

“Apresiasi yang sangat hebat, Kemenpora tentu saja bakal mendukung, mensupport, memberikan ruang untuk memilih tim mana dan negara mana. Tentu bakal ada segala pertimbangan tak hanya soal rencana kontrak, namun juga ada terkait psikologis, termasuk harus dekat masjid mengingat Egy termasuk sosok yang sangat agamis dan sholatnya tak pernah ditinggalkan,” kata pria berumur 44 tahun tersebut.

“Lantas terkait bahasa, namun itu masih bisa ditingkatkan termasuk skill dan lain sebaginya. Ini bakal menjadi pilihan bagus bagi Egy, yang jelas pemerintah mendukung, memberikan dukungan supaya siapapun khususnya Egy berhak memilih tim dan negara mana untuk dia menjadi pemain profesional, dan pemain hebat yang bakal membawa nama harum Indonesia di Internasional,” imbuhnya.

Meskipun begitu, IMam tetap mengingatkan Egy bahwa dia mempunyai kewajiban untuk membela timnas. Maka pemain kidal tersebut tetap harus kembali ketika mendapat panggilan oleh timnas Indonesia.

“Saat timnas membutuhkan, termasuk dalam rangka sukses Asian Games, maka harus kembali ke Indonesia. Tadi Pak Dusan mengungkapkan bahwa regulasi FIFA mengharuskan seperti itu, saat timnasnya membutuhkan, maka wajib hukumnya, itu pun yang harus dilakukan Egy,” tandasnya.

Jangan sampai ketinggalan berita bola terbaru lainnya.